Menghidupkan Kembali Jejak Dakwah Nusantara: Mahasiswa PAI FKIP UNIM Hadirkan Dialog Interaktif Ulama Besar lewat Role Play di SMKN 1 Dlanggu

 

Dokumentasi kegiatan-Jendelaonline.com

Jendelaonline.com-Mojokerto- ​Dlanggu, 9 Oktober 2026 – Suasana kegiatan pembelajaran di SMKN 1 Dlanggu tampak begitu hidup dan penuh makna. Kali ini, para siswa kelas XI tidak hanya duduk mendengarkan ceramah, melainkan sangat antusias mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dikemas secara kreatif dan inovatif.


​Program pembelajaran ini merupakan bagian dari kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PPL) yang dilaksanakan oleh mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Majapahit (FKIP UNIM). Mengusung materi “Peran dan Keteladanan Tokoh Ulama Islam di Indonesia”, para mahasiswa menerapkan metode role play atau bermain peran untuk membangun keaktifan peserta didik di dalam kelas.


Dokumentasi kegiatan - Jendelaonline.com

​Dalam praktiknya, satu kelas dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok memerankan satu tokoh ulama Nusantara terkemuka yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah perkembangan Islam, yaitu Syekh Abdus Samad al-Palimbani, Syekh Nawawi al-Bantani, Syekh Yusuf al-Makasari, dan Syekh Abdurrauf al-Singkili. Keempat kelompok tersebut kemudian saling berdialog, mengupas biografi kehidupan, hingga memaparkan peran serta strategi dakwah masing-masing di tanah air.  




​Keunggulan dan manfaat dari metode ini terletak pada kemampuannya memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan mendalam. Alih-alih sekadar menghafal teks sejarah, para siswa SMK diajak untuk menyelami sudut pandang serta tantangan nyata yang dihadapi para ulama besar di masanya.


​“Semakin banyak eksplorasi karakter melalui dialog ini, para siswa justru semakin antusias. Melalui percakapan langsung antar-tokoh yang diperankan, mereka dapat memahami bagaimana para ulama berjuang menyebarkan Islam dengan pendekatan yang damai, santun, dan kontekstual di Indonesia,” ujar perwakilan mahasiswa PAI FKIP UNIM dengan penuh optimisme.





​Melalui kolaborasi yang apik antara mahasiswa PPL FKIP UNIM dan pihak SMKN 1 Dlanggu ini, esensi keteladanan para ulama diharapkan dapat tertanam kuat dan dihayati secara mendalam oleh para siswa sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah peradaban Islam bangsa. 


Penulis        : Istiqlalia, Marisannatulkhaq, Revan Rizki  (Mahasiswa Program Pendidikan Agama Islam - Universitas Islam Majapahit) 

Editor            : Ningtyas

1 Komentar

  1. Dakwah sejatinya bukan sekadar menyampaikan ajaran, tapi menghidupkan kembali nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan ini. Sebab, jejak dakwah yang paling abadi itu bukan hanya yang tertulis dalam sejarah, melainkan yang terus hidup dalam akhlak dan peradaban generasi penerus. Mantap, lanjutkan🌿

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama