![]() |
| Dokumentasi saat memberikan bunga oleh Gubernur Jawa Timur -Jendelaonline.com |
Jendelaonline.com- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan sejumlah program pro-buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, pada Kamis, 1 Mei 2025. Dalam acara yang dihadiri ribuan buruh dari berbagai elemen tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan program pelatihan bersertifikat bagi 10.000 korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan membuka akses terhadap pekerjaan yang lebih layak dan berpenghasilan cukup. Ia menegaskan bahwa anggaran pelatihan telah disiapkan dan pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama serikat buruh agar tepat sasaran.
Selain bidang ketenagakerjaan, Pemprov Jatim juga meluncurkan program beasiswa pendidikan bagi anak-anak buruh. Setiap SMA/SMK swasta di Jawa Timur akan memberikan kuota beasiswa untuk 10 siswa, dengan total penerima mencapai 30.000 anak. Program ini diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak buruh.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak juga menandatangani 17 tuntutan yang diajukan para buruh dalam momentum May Day 2025. Ia menyatakan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan dikaji lebih lanjut sebelum diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI. Beberapa poin penting dalam tuntutan buruh tersebut meliputi usulan pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023, revisi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.010/2016 untuk menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp10 juta, pembebasan pajak penghasilan (PPh 21) bagi buruh perempuan yang menjadi kepala keluarga, penyediaan rumah subsidi bagi buruh, serta usulan agar Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Khofifah menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh di Jawa Timur, baik melalui program peningkatan keterampilan, pendidikan, maupun penguatan kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada pekerja. (Tys)
