"Pak Iwan, Pengrajin Sendal dari Prajurit Kulon yang Tak Pernah Memeras Tapi Terus Berkarya"



Dokumentasi KKN UNIM Prajurit Kulon-jendelaonline.com


Jendelaonline.com-Mojokerto 23 Juli 2025 — Di tengah persaingan industri alas kaki yang semakin ketat, Pak Iwan (41), warga Kelurahan Prajurit Kulon, Mojokerto, tetap konsisten menjalankan usahanya sebagai pengrajin  sandal. Dengan mengandalkan keterampilan tangan dan kreativitas, ia memproduksi sepatu secara mandiri dan menjualnya kepada pemilik merek (brand) yang telah mapan di pasaran.


Produksi sendal yang dilakukan Pak Iwan cukup sederhana, yakni dengan menempelkan bagian sol dan upper (bagian atas sendal), sementara proses penjahitan diserahkan kepada para tukang jahit rumahan yang disebut "tukang kap". Bahan baku yang digunakan pun berasal dari toko-toko terdekat yang menyediakan bahan secara eceran, sehingga tidak perlu membeli dalam jumlah besar seperti satu rol. Umumnya, bahan yang digunakan merupakan bahan imitasi.





Pak Iwan telah memulai usahanya sejak tahun 2010. Kala itu, harga bahan sepatu masih berkisar Rp40.000. Kini, harga bahan tersebut melonjak hingga Rp80.000–Rp90.000 per pasang. Untuk upah karyawan, ia membayar sebesar Rp30.000 per kodi, tergantung pada tingkat kesulitan model sandal yang dikerjakan. Tak hanya upah, para pengrajin yang bekerja dengannya juga mendapat makan selama bekerja.


"Yang penting bisa produksi, sedikit demi sedikit, dan tidak memeras orang untuk bekerja," ujar Pak Iwan dengan tenang saat ditemui di kediaman rumah produksi nya.


Menariknya, setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, Pak Iwan mempertahankan tradisi berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia rutin membagikan hasil produksinya, terutama kepada tetangga kanan-kiri sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur.


Kisah Pak Iwan menjadi cerminan bagaimana semangat usaha kecil menengah dapat bertahan melalui inovasi, kerja keras, dan kepedulian sosial. (Tys) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama