Makam Mbah Cinde, Jejak Keturunan Majapahit yang Jadi Simbol Spiritual Warga Prajurit Kulon

Dokumentasi-jendelaonline.com

Jendelaonline.com-24/7/25- Mojokerto– Makam Mbah Cinde yang terletak di Kelurahan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, menjadi salah satu situs bersejarah yang menyimpan nilai spiritual dan historis tinggi bagi masyarakat setempat. Mbah Cinde dikenal sebagai sesepuh wilayah tersebut dan dipercaya sebagai keturunan asli dari Kerajaan Majapahit.


Menurut penuturan juru kunci makam, Sutrisno, makam tersebut mulai dilestarikan sejak tahun 1975. Kala itu, seorang pemulung yang sedang mencari barang rongsokan didatangi oleh seseorang yang memiliki wewenang dan diminta untuk menjaga makam. Sejak saat itulah perawatan terhadap makam Mbah Cinde Amoh dan Mbah Sabuk Alu mulai dilakukan secara berkelanjutan.


"Makam ini mulai dilestarikan sekitar tahun 1975. Waktu itu ada seorang pemulung yang sedang mencari rongsokan, kemudian diminta oleh orang yang memiliki wewenang untuk menjadi juru kunci," terang Sutrisno.


Makam Mbah Cinde sendiri berada berdampingan dengan makam empat orang muridnya yang juga dimakamkan di lokasi yang sama. Seiring waktu, makam ini mulai dikenal luas dan banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah, baik karena nilai sejarahnya maupun karena rasa penasaran.


Namun, Sutrisno mengungkapkan bahwa pada masa awal popularitasnya, makam ini sempat disalahgunakan oleh sejumlah oknum sebagai tempat ritual yang tidak semestinya.


Dokumentasi-Jendelaonline.com

"Alhamdulillah, sekarang kebanyakan orang yang datang ke makam ini hanya untuk sekadar penasaran," ujarnya.

Meski masih menyimpan banyak misteri, keberadaan makam Mbah Cinde dan Mbah Sabuk Alu tetap menjadi simbol spiritual dan kebanggaan sejarah bagi warga Kelurahan Prajurit Kulon. Pemerintah dan warga setempat diharapkan terus menjaga kelestarian situs ini agar tetap menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati generasi mendatang. (Tys) 






Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama